Suatu malam yang sangat cerah kulihat rembulan yang seakan-akan tersenyum manis kepadaku dan dia seakan-akan menyapaku dengan ramah. Dengan sinar yang begitu cerah dan cuaca yang sedang tidak mendung semua orang bisa melihat jelas rembulan yang seakan-akan tersenyum manis itu. Ketika ku melihatnya seakan-akan semua masalah yang ada di dalam hidupku ini hilang dan sirna. Aku saat itu senang sekali bisa melihat rembulan yang bersinar cerah karena tidak semudah itu untuk melihat sinarnya yang cerah di musim penghujan. Ketika lama kelamaan kulihat awan hitam mulai menutupi indahnya sinar rembulan dan seakan-akan semua itu akan sirna tetapi tidak rembulan pun mulai muncul lagi dengan senyuman yang indah dan mulai menyapa aku lagi yang sedang melihatnya.
Bintang-bintang pun bertaburan dengan cahaya indahnya yang mulai menghiasi awan dan menambah kecantikan langit yang begitu indah nan cantik. Ketika itu aku mulai mengambil handphon dan aku bergegas untuk memotretnya. Setelah aku memotret awan hitam pun mulai menutupi rembulan dan bintang lalu turun lah gerimis yang membuat suasana semakin mencekam, padahal tadi siang cuaca sangat terik.
Ketika hujan mulai deras aku langsung bergegas untuk masuk kedalam rumah dan aku mulai takut dengan suara petir yang suaranya begitu keras. Dan angin pun mulai mulai terasa membuat badan ini dingin. Angin yang sepoi-sepoi itu pun juga merubuhkan pohon yang berasa didekat rumahku. Lalu aku mulai berdoa kepada Tuhan agar hujan, petir dan angin yang sangat kencang bisa cepat berhenti Angga rembulan bisa kembali tersenyum dan membuat hatiku yang lara ini menjadi tersenyum kembali dan seakan-akan tidak terjadi masalah yang menimpa ku.
Tak berselang begitu lama hujan, pertir dan angin pun mulai berhenti. Dan aku kembali melihat ke arah langit aku pun mulai melihat awan putih yang bercahaya sangat terang dan perlahan-lahan menunjukkan siapa dia yang sebenarnya. Sama dengan halnya teman ku yang semakin mulai terlihat sifat aslinya.
Kalau ada petir dan hujan angin salah satu dari teman ku menelpon ku, aku pun mulai menjawab teleponnya lalu aku tidak berani untuk mengajaknya hingga akhirnya dia mulai memarahiku dengan kata-kata kasar, untung saja semua masalah itu hilang karena cahaya cantiknya bulan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar